1 Doutaxe

Lomba Essay Ipb Forum

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Fardhani Rezky Pradipta, Dendy Gunawan dan Apip Nurdin, berhasil meraih 3rd place pada ajang South East Asian Marine Affairs and Fisheries Student Conference and Congress (SEAMAFSCC) akhir tahun lalu.

SEAMAFSCC terdiri dari rangkaian acara kompetisi esai, konferensi simposium dan dilanjutkan dengan tur kampus dan kunjungan wisata. Event yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas dari berbagai negara ASEAN.

Siaran pers IPB yang diterima Republika.co.id, Jumat (23/6) menyebutkan, kegiatan tersebut bertujuan agar  mahasiswa mampu mencari solusi untuk kemajuan kemaritiman di Indonesia. “Mahasiswa yang mengikuti event  ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah kemaritiman di ASEAN,” kata Dendy Gunawan.

Ia menambahkan, tim Fardhani mengikuti kompetisi kategori esai. Peserta yang menjadi finalis ada empat tim dari IPB, satu tim dari ITB dan satu tim dari UGM, setiap tim maksimal empat orang. “Proses pendaftaran dilakukan selama dua bulan, hanya diambil 10 tim dengan esai terbaik,” tuturnya.

Dendy menjelaskan tentang ide yang diangkat timnya dalam esai tersebut. Mereka membuat sistem informasi iklim berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Maritim Indonesia memiliki potensi namun masih banyak nelayan yang bergantung pada cuaca untuk menentukan kapan mereka harus melaut. “Maka diperlukan informasi terkait cuaca yang bersifat real-time yang mudah untuk diakses,” ujarnya.

Faktanya, 83 persen  nelayan di Indonesia sudah menggunakan handphone, informasi cuaca nantinya bisa didapatkan melalui SMS, internet, TV atau radio. Kelebihan dari ide ini adalah nelayan tidak perlu menebak-nebak kapan harus melaut karena kondisi cuaca yang tidak stabil, karena semua informasi bisa didapatkan dengan akses mudah dan cepat.

Dengan gagasannya tersebut tim ini akhirnya mampu meraih juara 3. “Juara 3 termasuk pencapaian yang di luar ekspektasi kami, karena mengikuti perlombaan seperti ini merupakan hal yang pertama bagi saya pribadi,” papar  Dendy.

Bogor (Antara Megapolitan) - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB), Hasan Azzahid berhasil meraih juara dalam kategori Peneliti Muda dalam Lomba Karya Ilmiah oleh Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XV pada tahun 2016 silam.

Ajang yang dihelat di Mataram ini merupakan kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IAEI, dan Universitas Mataram.

Ajang yang dilaksanakan pada akhir tahun 2016 itu bertema "Mengangkat Keunikan Keuangan Syariah dalam Era Persaingan Industri Jasa Keuangan yang Semakin Ketat".

Hasan mengambil fokus lembaga keuangan perbankan syariah dalam karya tulisnya berhasil memenangkan kategori peneliti muda.

Gagasan yang dibawa Hasan tersebut merupakan pengembangan model dari teori kredit perbankan.

Menurut penelitiannya, terdapat pengaruh antara kredit dengan kinerja perbankan. Hasan mengembangkan model ekonomi untuk merinci penyaluran kredit yang diberikan bank sesuai sektor-sektor ekonomi.

Menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi tersebut, Hasan berharap memberikan manfaat dengan pengembangan model teori tersebut.

Melalui karyanya, Hasan menyajikan cara agar lembaga bank mengetahui kredit sektor apa yang berisiko terhadap stabilitas kinerja bank.

Dalam penelitiannya  besaran presentase kredit macet pada bank tersebut. Selama dua bulan tahap demi tahap hingga final, awal ide pembuatan karya ilmiah tersebut muncul dari pengamatannya terhadap data statistik perbankan syariah.

Melalui kompetisi ini, karya Hasan Azzahid dibukukan pada buku FREKS ber-ISBN bersama karya pemenang lainnya.
Dengan memenangkan kompetisi tersebut ia telah berhasil bersaing dengan kelima finalis lainnya dalam kategori yang sama.  (EAW/ris).

Pewarta : Jurnalis IPB
Editor: Andi Firdaus
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *